Video Massa Mendatangi Masjid Raya Bandung dan Mencopot Spanduk Maklumat

Kategori:

Layar tangkap video massa mencopot spanduk Maklumat Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, Jumat (20/3). (Istimewa)

BANDUNG, bandungkiwari – Sebuah video beredar di media sosial berisi aksi massa yang mendatangi pelataran Masjid Raya Bandung, Jumat (20/3) siang. Dalam video itu terlihat sekelompok massa yang memprotes karena DKM Masjid Raya Bandung tidak menggelar salat Jumat berjamaah untuk mencegah penyebaran Virus Covid-19.

Video itu memperlihatkan sejumlah pria yang meneriakkan takbir. Ada pula yang mengatakan agar DKM Masjid Raya jangan tidak khawatir tidak digaji. “Jangan takut sama Ridwan Kamil,” ujar pria dalam video tersebut.

Tampak orang-orang tersebut melepas spanduk maklumat Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Bandung yang terpasang di dekat halaman masjid.

Inti dari maklumat tersebut menjelaskan bahwa DKM Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat untuk sementara waktu tidak menyelenggarakan sholat Jumat dan shalat wajib secara berjamaah sampai aman Covid-19.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung memang telah mengeluarkan surat edaran yang menutup tempat publik sebagai bentuk pencegahan meluasnya Virus Covid-19 di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung.

“Menutup sementara area publik milik Pemerintah Kota Bandung, yaitu Alun-alun Bandung, taman kota, Bandung Planning Gallery, Museum Kota Bandung, Bandung Creative Hub, Bandung Command Center, sarana olahraga, dan lain-lain,” ujar Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, dalam surat edarannya.

Penutupan ini akan dilaksanakan selama dua minggu, mulai dari ditetapkannya Surat Edaran Nomor 443/SE.030-Dinkes tersebut, yaitu 14 Maret 2020.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui surat edarannya menutup sementara beberapa area di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, mulai 14 Maret-28 Maret 2020.

“Menutup sementara penggunaan fasilitas Gedung Sate, Gedung Merdeka, Gedung Pakuan, Museum Gedung Sate, dan gedung-gedung lainnya di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, untuk dipergunakan kegiatan umum,” tutur Emil, sapaan Ridwan Kamil. (febriyan/assyifa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.