Bandung Cegah Corona: Alun-alun hingga Museum Geologi Ditutup

Kategori:

Jalan Buah Batu yang biasa ramai oleh warga dan pedagang saat CFD, tampak sepi pada Minggu (15/3) pagi. (Foto: rana/bandungkiwari.com)

BANDUNG, bandungkiwari – Beberapa area publik di Kota Bandung ditutup untuk sementara waktu. Hal ini merupakan salah satu upaya preventif untuk mencegah penularan Corona Virus Disease (Covid)-19.

“Menutup sementara area publik milik Pemerintah Kota Bandung, yaitu Alun-alun Bandung, taman kota, Bandung Planning Gallery, Museum Kota Bandung, Bandung Creative Hub, Bandung Command Center, sarana olahraga, dan lain-lain,” ujar Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, dalam surat edarannya.

Penutupan ini akan dilaksanakan selama dua minggu, mulai dari ditetapkannya Surat Edaran Nomor 443/SE.030-Dinkes tersebut, yaitu 14 Maret 2020.

Wali Kota Bandung juga memberlakukan pembelajaran jarak jauh atau daring bagi seluruh sekolah mulai tingkat PAUD hingga SMP.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui surat edarannya menutup sementara beberapa area di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, mulai 14 Maret-28 Maret 2020.

“Menutup sementara penggunaan fasilitas Gedung Sate, Gedung Merdeka, Gedung Pakuan, Museum Gedung Sate, dan gedung-gedung lainnya di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, untuk dipergunakan kegiatan umum,” tutur Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Tak hanya itu, salah satu museum yang berada di Kota Bandung, yaitu Museum Geologi juga ditutup selama dua minggu, mulai 16 Maret-29 Maret 2020. “Due to Covid-19, Museum Geologi is temporary closed (Disebabkan oleh Covid-19, Museum Geologi tutup sementara),” bunyi pengumuman resmi dari pihak Museum Geologi.

Meski begitu, objek-objek wisata di Kota Bandung dinyatakan masih dibuka, salah satunya adalah Kebun Binatang (Bandung Zoo) Kota Bandung.

“Intinya kalau tempat wisata, menerapkan standar kesehatan secara maksimum,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kenny Dewi Kaniasari.

Ia menambahkan, salah satu penerapannya standar kesehatan maksimal adalah tidak bergerombol. “Tidak (langsung ditutup). Penerapan standar maksimum untuk menghindar penyebaran salah satunya tidak terlalu bergerombol,” tutur Kenny. (Assyifa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.