Hari Perempuan Internasional di Bandung: Tarian ‘Valia’ yang Mengetuk Harap

Kategori:

Pertunjukan tari ‘Valia’ di halaman Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Bandung, Minggu (8/3) sore. (Foto-foto: Agus Bebeng/bandungkumparan.com)

 

BANDUNG, bandungkiwari – Asap dupa mengalun pelan. Mengikuti angin yang bergerak seiring kecapi menabuh sunyi. Aroma harumnya memenuhi area halaman Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Bandung, Minggu (8/3) sore itu.

Pertunjukan tari ‘Valia’ di halaman Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Bandung, Minggu (8/3) sore. (Foto-foto: Agus Bebeng/bandungkumparan.com)

 

Usai do’a dipanjatkan dalam bahasa Sunda, seorang lelaki mengenakan Topeng Panji mulai bergerak pelan. Di hadapannya 30 foto sosok perempuan dari dalam dan luar negeri, dengan berbagai bidang yang digelutinya; menatap jauh ke depan.

Lelaki yang menari itu bernama Gatot Gunawan. Dia menjadikan tubuhnya sebagai bahasa kepada masyarakat luas terkait peringatan Hari Perempuan Internasional. ‘Valia’ judul tarian yang dibawakannya, diambil dari bahasa Hindi yang memiliki arti perempuan perkasa.

Pertunjukan tari ‘Valia’ digelar untuk mengabarkan dan mentransformasikan nilai-nilai luhur semangat perjuangan yang terkandung dalam sejarah perjuangan perempuan.

Menurutnya, emansipasi kaum perempuan tidak semata-mata berfokus pada kesetaraan antara hak laki-laki dan perempuan untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam beragam bidang. “Makna sebenarnya dari emansipasi kaum perempuan yaitu tentang bagaimana perempuan tersebut dapat berkembang dan maju dari waktu ke waktu tanpa menghilangkan jati dirinya,” ujarnya.

Gatot mengingatkan perempuan timur mempunyai kekuatan dan cara sendiri dalam memperjuangkan segala sesuatu, tanpa melupakan kodrat dasar seorang perempuan dan ibu rumah tangga.

Dibantu para seniman tradisi terdiri dari; Abah Enjum, Dedy Kahanuang, Dody Satya, Jarwo, Nino Panca Adi, dan Ronynoni, pementasan ini kental dengan sosok para pejuang perempuan.

Gatot berharap generasi penerus bangsa secara sadar bisa memandang perlunya mereka mewarisi nilai-nilai kepribadian, kehendak, tekad dan semangat kejuangan kaum perempuan untuk berkontribusi secara aktif, inovatif dan kreatif tanpa melupakan kodratinya. (Agus Bebeng)

Leave a Reply

Your email address will not be published.