Pulang dari Thailand, Seorang Warga Kabupaten Bandung Terduga Virus Corona

Kategori:

Ilustrasi

BANDUNG, bandungkiwari – Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung kembali menangani pasien dalam pengawasan dengan gejala mirip virus corona atau Covid-19. Kali ini terduga ada tiga orang, satu di antaranya warga Kabupaten Bandung yang baru pulang dari Thailand.

Kepala Seksi Surveillance dan Imunisasi P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Edy Kusno membenarkan informasi terkait adanya seorang warga berjenis kelamin perempuan yang dirawat di Ruang Infeksi Khusus Kemuning (RIKK), RSHS Bandung.

Menurut Edy, pasien perempuan tersebut diketahui baru pulang dari Thailand dan transit di Singapura pada Februari beberapa waktu lalu.

“Sekembalinya ke Indonesia, pasien itu mengeluhkan gejala sakit. Kemudian melakukan pemeriksaan ke Puskesmas Ibun. Namun gejala sakit yang dialaminya tidak membaik dan yang bersangkutan memeriksakan kesehatannya ke RSUD Majalaya,” kata Edy saat dikonfirmasi, Minggu (23/2).

Edy melanjutkan, dokter di RSUD Majalaya lalu melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap pasien tersebut. Dia antara lain mendapatkan pemeriksaan laboratorium dan ditangani oleh dokter spesialis. “Berdasarkan pemeriksaan, pasien ternyata mengalami gejala pneumonia,” kata dia.

Kemudian, kata Edy, pasien ini dirujuk ke RSHS pada Jumat lalu.

Pasien yang tengah dirawat di RSHS ini diketahui tidak pergi sendiri ke luar negeri. Dia pergi bersama tiga orang lainnya yang masih terhitung keluarganya.

Petugas Dinkes Kabupaten Bandung lalu mendatangi ketiga orang tersebut dan melakukan observasi serta wawancara.

“Setelah dilakukan wawancara dan diperiksa, yang tiga ini tidak menimbulkan gejala. Tapi tetap kita pantau selama 14 hari masa inkubasi ketika selama 14 hari tidak ada gejala berarti clear,” ujarnya.

Selain pasien perempuan dari Kabupaten Bandung ini, ada dua terduga lain berjenis kelamin pria yang juga masuk RIKK. Namun pihak RSHS belum bisa memberikan keterangan detil berkaitan dengan para pasien ini.

“Ya, untuk lebih jelasnya nanti tim infeksi yang akan memberikan keterangan. Ditunggu saja ya,” kata Kepala Humas RSHS Bandung Renny Meisubburyani saat dikonfirmasi, Minggu (23/2).

Satu pasien di antaranya masuk ruang isolasi pada 20 Februari. Sedangkan dua pasien lainnya masuk sehari setelahnya.

Renny mengaku keberadaan ketiga pasien tersebut harus dikonfirmasi kembali, apakah hanya dilakukan observasi atau dirawat inap secara medis. Dia menyatakan hanya satu pasien perempuan yang diketahui berasal dari Kabupaten Bandung.

Namun dia mengaku belum mendapatkan informasi perihal asal usul pasien seperti riwayat perjalanan dari negara terpapar.

“Nanti itu tim yang akan menjawab, yang tahu percisnya mereka,” kata Renny.

Salah seorang staf Humas RSHS Bandung menyatakan, rencananya penjelasan lebih jauh dari tim dokter terkait menangani ketiga pasien akan disampaikan pada Senin (24/2).

“Besok, oke, Insya Allah kita kasih keterangan resmi,” kata salah satu staf Humas RSHS Bandung via pesan singkat.

Pada Januari 2020 lalu, RSHS Bandung sempat menangani dua pasien terobservasi virus corona yakni satu WNA dan seorang lagi WNI. Namun setelah mendapatkan hasil laboratorium Litbangkes, keduanya dinyatakan negatif terpapar corona. (Ananda Gabriel)

Leave a Reply

Your email address will not be published.