Foto: Aksi Peringatan Bulan Cinta Inggit Garnasih

Kategori:

Peringatan ‘Bulan Cinta Ibu Bangsa Inggit Garnasih’ di Bandung, Minggu (2/2). (Foto-foto: Agus Bebeng/bandungkiwari.com)

BANDUNG, bandungkiwari – Mendung yang menyelimuti Bandung, berubah menjadi terang nan garang. Membuka keran keringat yang membuat aliran sungai di wajah para penari.

Tepukan jimbe menjadi tenaga yang mengiringi para penari dan seniman pantomime bergerak dalam aksi ‘Street Art Performance’. Satu kegiatan yang merupakan rangkaian penyelenggaraan ‘Bulan Cinta Ibu Bangsa Inggit Garnasih’ di Bandung, Minggu (2/2).

Aksi seni jalanan untuk memperingati ‘Bulan Cinta Ibu Bangsa Inggit Garnasih’ di Bandung, Minggu (2/2). (Foto-foto: Agus Bebeng/bandungkiwari.com)

Dimulai di Rumah Bersejarah Inggit Garnasih yang berada di Jalan Ciateul, Kota Bandung, aksi seni jalanan mulai bergerak. Menelusuri jalanan dan memasuki daerah padat penduduk di kawasan Nyengseret Bandung, aksi berakhir di Lapangan Aula RW 05.

Aksi seni jalanan untuk memperingati ‘Bulan Cinta Ibu Bangsa Inggit Garnasih’ di Bandung, Minggu (2/2). (Foto-foto: Agus Bebeng/bandungkiwari.com)

Para seniman, Arul Hardiansyah (Perkusi), Elma Merdiana (Tari), Galih Mahara (Tari), Gustian Setiawati (Tari), Mutiara Adinda (Tari), Rizky Oktaviani (Tari), Sukma Sugara (Perkusi), Wahyu Tile (Instalasi Seni Rupa), Wanggi Hoed (Pantomime), dan Wina Rezky Agustina (Tari) larut dalam aksi ini.

Aksi seni jalanan untuk memperingati ‘Bulan Cinta Ibu Bangsa Inggit Garnasih’ di Bandung, Minggu (2/2). (Foto-foto: Agus Bebeng/bandungkiwari.com)

Sejumlah pengendara dan warga yang dilewati performance ini, tampak kebingungan. Meski dijelaskan sedang memperingati Hari kelahiran Inggit Garnasih, sebagian dari mereka sempat merenung mendengar nama tersebut.

Aksi seni jalanan untuk memperingati ‘Bulan Cinta Ibu Bangsa Inggit Garnasih’ di Bandung, Minggu (2/2). (Foto-foto: Agus Bebeng/bandungkiwari.com)

Inggit Garnasih memang tidak sepopuler pahlawan lain di Indonesia bahkan di Jawa Barat sendiri. Namun hal itu tidak membuat Sakola Ra’jat Iboe Inggit Garnasih yang dimotori Gatot Gunawan dan Ari Rizki Maulana selaku Ketua Penyelenggara menyerah. Bahkan mereka jadikan mesiu untuk mengenalkan sosok Inggit Garnasih kepada khalayak luas terutama anak muda.

“Kegiatan ini dimaksudkan sebagai wujud penghormatan kami generasi muda akan pengorbanan beliau dalam mengantarkan bangsa Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan,” tegas Ari.

Aksi seni jalanan untuk memperingati ‘Bulan Cinta Ibu Bangsa Inggit Garnasih’ di Bandung, Minggu (2/2). (Foto-foto: Agus Bebeng/bandungkiwari.com)

Tahun ini ‘Bulan Cinta Ibu Bangsa Inggit Garnasih’ telah memasuki tahun ke-6. Satu perjalanan menggeluti sejarah yang cukup menguras tenaga, emosi dan material mereka. Kali pertama acara dilaksanakan pada 1 Februari 2015 oleh tujuh komunitas di Jawa Barat. “Bulan Cinta Ibu Bangsa Inggit Garnasih merupakan suatu gerakan para pemuda-pemudi di Kota Bandung dalam merawat ingatan tentang sosok dan jasa-jasa Ibu Inggit Garnasih,” ucap Gatot.

Anak-anak turut memperingati ‘Bulan Cinta Ibu Bangsa Inggit Garnasih’ di Bandung, Minggu (2/2). (Foto-foto: Agus Bebeng/bandungkiwari.com)

Selain performance art yang menampilkan gerak apik para seniman yang berkolaborasi dengan siswa Sakola Ra’jat Iboe Inggit Garnasih, akan diselenggarakan pula beberapa acara. Seperti: sosialisasi bulan cinta ibu bangsa, menulis surat cinta, pawai obor dan renungan suci. Selain itu diadakan pula ziarah ke makam Inggit Garnasih.

Aksi seni jalanan untuk memperingati ‘Bulan Cinta Ibu Bangsa Inggit Garnasih’ di Bandung, Minggu (2/2). (Foto-foto: Agus Bebeng/bandungkiwari.com)

Acara selama sebulan penuh tersebut tentu bukan hanya sebatas keriaan semata. Namun bagaimana membumikan sosok Inggit Garnasih yang memiliki peran dan pengorbanan besar untuk bangsa.

Acara selama sebulan penuh tersebut tentu bukan hanya sebatas keriaan semata. Namun bagaimana membumikan sosok Inggit Garnasih yang memiliki peran dan pengorbanan besar untuk bangsa.

Ari berharap segala yang telah diberikan oleh Inggit mampu diteladani dan menjadi kebangkitan untuk kaum wanita di Indonesia.

Meski digelar secara sederhana, kegiatan ini diharapkan menjadi semacam interupsi untuk semua kalangan terutama anak muda. Sehingga lambat laun anak muda Indonesia lebih mengenal sosok Inggit Garnasih yang lahir pada Februari ketimbang sebatas merayakan hari Valentine. (Agus Bebeng)

Leave a Reply

Your email address will not be published.