Kontes Keindahan Ikan Guppy yang Pertama Kali Digelar di Bandung

Kategori:

Salah satu guppy yang diikutkan pada 1st Mini Contest Guppy Bandung 2020 untuk Regional Jabar, DKI dan Banten’, Minggu (19/1). (Foto-foto: Agus Bebeng/bandungkiwari.com)

BANDUNG, bandungkiwari – Lekuk tubuh gemulai itu meliuk dalam keramaian orang. Lirikannya yang tajam membuat orang-orang terdiam. Apalagi motif yang kuat, dan warna yang pekat melekat, membuat ratusan pasang mata terkesiap.

Beberapa orang berbisik pelan mengagumi keindahan yang terpapar di depan mata. Sementara kamera di telepon genggam, terus menerus membekukan gerak dan keindahan tubuh-tubuh molek itu agar beku dalam gambar.

Begitulah suasana yang tergambar pada acara ‘1st Mini Contest Guppy Bandung 2020 untuk Regional Jabar, DKI dan Banten’ yang digelar Minggu (19/11). Satu ajang kontes keindahan ikan Guppy yang selama ini ditunggu para pecinta ikan di Jabar. Beragam strain guppy dari para breeder dan pemilik farm hadir untuk memeriahkan acara kontes pertama Guppy di Bandung.

Ada 7 kelas yang dipertandingkan pada acara ini yaitu Solid/Albino Solid (Delta), Tuxedo/Albino Tuxedo (Delta), Pattern/Albino Pattern (Delta), Half-moon, Juvenile Open, Female Open dan AOT.

Panitia yang berasal dari Komunitas Guppy Bandung Raya menyiapkan sebanyak 250 buah soliter yang menjadi panggung catwalk para Guppy cantik. “Awalnya pesimis akan terisi semua. Tetapi antusias peserta ternyata luar biasa. Meski ini yang pertama kali diselenggarakan,” ucap Usep Nugraha pelaksana acara.

Bukan hanya para peserta yang ikut menikmati suguhan visual lenggok cantik para Guppy, pengunjung mall pun terlihat ikut tenggelam melihat keelokan ikan-ikan ini.

Selain ajang kontes, kegiatan menjadi sarana promosi dan sosialisasi ikan hias Guppy di Bandung. “Ikan Guppy masih dianggap tidak ada apa-apanya dibanding ikan hias lain,” kata Usep.

Padahal menurutnya ikan ini punya nilai tinggi di mata penghobi, bahkan secara bisnis ikan ini cukup menjanjikan.
Salah satu peserta kontes, Julian, menilai guppy memiliki aspek bisnis yang luarbiasa. “Guppy itu sekali melahirkan bisa mencapai puluhan bahkan ratusan,” ujar peserta dari komunitas Pondokan Guppy Jakarta.

Tentunya jika dijual perpasang keuntungan para breeder akan luarbiasa. Namun kembali persoalannya, adalah kualitas indukan menjadi perhatian utama untuk menjadikan Guppy sebagai ladang bisnis.
“Jangan setengah-setengah kalau mau mencoba ternak Guppy. Apalagi perkembangan pecinta Guppy sekarang semakin ramai. Apalagi para penggemar aquascape menjadikan Guppy sebagai bagian penting dari keindahannya,” ucap Julian.

Pada sisi lain, Julian berharap semakin tingginya animo masyarakat memelihara Guppy, para breeder Indonesia harus mampu menghasilkan produk yang unggul. Julian mengajak para pecinta guppy untuk mencintai produk dalam negeri, karena menurutnya tidak kalah dengan kualitas breeder dari luar negeri.

Untuk mengembangkan bisnis ini, mereka kadang tidak ragu merogoh kocek yang dalam. Harga sepasang ikan ada yang mencapai ratusan ribu, bahkan jutaan rupiah.

Usep beserta Kreativitas Komunitas Guppy Bandung Raya berencana menggelar kontes yang lebih besar dengan skala nasional. Dengan begitu, citra perikanan Jawa Barat bisa ikut terangkat ke seantero Nusantara bahkan internasional. (Agus Bebeng)

Leave a Reply

Your email address will not be published.