Kisah Cinta Medea dan Jason

Kategori:

Pementasan Medea yang mengisahkan cinta penuh konflik, kesetiaan, kekuasaan bahkan kematian. (Foto-foto: Agus Bebeng/bandiungkiwari.com)

BANDUNG, bandungkiwari – “Aku mengikutimu dalam darah dan kejahatan: aku akan membutuhkan darah dan kejahatan untuk meninggalkanmu…

Dialog tersebut merupakan salah satu bagian dalam pementasan Medea karya dramawan eksistensialis Prancis, Jean Anouilh (1910-1987), yang diterjemahkan dan disutradarai Fathul A. Husein.

Pementasan Medea yang berdurasi 1 jam 50 menit ini merupakan garapan NEO Theatre Indonesia yang didukung Jurusan Teater ISBI Bandung.

Pentas ini menampilkan para aktor seperti Yeni Kustaman, Yani Mae, Irwan Jamal, Dedi Warsana, Heksa Ramdono, dan Romi Irgani dengan pimpinan artistik Joko Kurnain. Pertunjukan berlangsung sejak 11-13 September 2019, bertempat di GK. Dewi Asri ISBI Bandung.

Pementasan ini bercerita tentang asmara antara Medea dan Jason. Sebuah kisah cinta yang penuh dengan konflik, kesetiaan, kekuasaan bahkan kematian.

Kisah tragedi yang berangkat dari mitologi Yunani Klasik ini sisi eksistensialisme Medea, putri Letes dari Kolkis, sang keturunan dewa matahari. Medea yang luas dan tegas berani mengatakan tidak terhadap kesenangan dan kebahagiaan; jika harus tunduk sekaligus memperhambakan diri terhadap kuasa-kuasa di luar dirinya.

Medea menghalalkan segala cara demi memenuhi ambisinya kepada Jason dari Lolkos. Demi pencapaiannya, Medea mengorbankan apapun. Membunuh saudaranya, penipuan, dan lain hal.

Pengorbanan Medea ternyata dikhianati Jason yang malah menikahi Putri Raja Kreon di Negeri Korintus tempatnya meminta perlindungan dari pengejaran berbagai pasukan.

Puncak kemarahan Medea akhirnya membunuh anak-anaknya. Medea bersikukuh mengharamkan nyawanya dan nyawa anak-anaknya untuk direnggut oleh apa pun dan siapa pun di luar dirinya.

Adegan diakhiri dengan keputusan Medea melakukan bunuh diri. (Agus Bebeng)

Leave a Reply

Your email address will not be published.